
Artikel ini membahas penyebab berbagai gangguan pada sistem pencernaan manusia. Mulai dari diare, sembelit, apendiksitis, hingga gastritis.
—
Kita sudah tahu bahwa di dalam tubuh manusia,
terdapat 14 komponen sistem pencernaan yang secara umum dibagi menjadi 8 saluran pencernaan dan 6 organ aksesoris,
dimana setiap komponen ini punya peranannya masing-masing dalam proses pencernaan makanan. Membuat makanan dapat terserap ke tubuh dan menjadikannya energi. Tapi, bagaimana jadinya kalau terdapat gangguan pada sistem pencernaan kita? Apa saja gangguan dan apa yang menyebabkannya? Yuk, kita bahas satu per satu!
Diare

Diare mungkin penyakit yang sering kamu dengar terkait gangguan pada sistem pencernaan. Pertanyaannya, kenapa diare bisa terjadi?
Diare bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya,
infeksi patogen (
virus
, bakteri, dan protozoa), serta mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat beracun..
Hal-hal ini yang pada akhirnya menyebabkan
gangguan pada usus besar
sehingga
penyerapan air di usus besar jadi kurang maksimal.
Hasilnya, feses yang dikeluarkan menjadi encer karena banyak mengandung air.
Baca juga:
5 Jenis Jaringan pada Tumbuhan Beserta Fungsinya
Selain dari hal-hal tadi, alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menimbulkan diare, lho. Hal paling umum yang menyebabkan ini adalah
alergi terhadap protein susu.
Bahasa kerennya intoleransi laktosa (
lactose intolerance).
Kenapa bisa begini? Ya, karena memang ada orang-orang tertentu yang terlahir dengan kondisi tubuh yang tidak dapat mencerna laktosa Alhasil, kemungkinan terjadi diare akibat laktosa akan semakin besar.
Lalu bagaimana cara menyembuhkan diare?
Nah, penanganan dan pengobatan utama diare adalah dengan mencegah terjadinya dehidrasi. Jadi hal yang perlu kamu lakukan adalah dengan
beristirahat yang cukup dan banyak minum.
Kamu juga bisa minum oralit untuk
menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare.
Gastritis dan Tukak Lambung
Gastritis dan tukak lambung merupakan penyakit yang kondisi
peradangannya sama-sama terjadi di organ lambung dan menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada lambung
.
Hmm, sama-sama terjadi di lambung berarti dua gangguan ini harusnya sama dong ya? Tapi kok namanya beda?
Eits… sama-sama terjadi di lambung bukan berarti gastritis dan tukak lambung itu sama ya. Meskipun penyebab dan penanganannya sama, tapi lokasi peradangannya berbeda, makanya gastritis dan tukak lambung itu merupakan dua gangguan yang berbeda juga.
Terus perbedaannya gimana?
Jadi gini, t
ukak lambung
peradangannya itu di bagian
dinding lambung
dan bisa
menimbulkan luka
atau ulser. Sedangkan kalo
gastritis
, peradangannya itu hanya di
lapisan mukosa lambung
aja.
Nah, baik tukak lambung dan gastritis, keduanya ini disebabkan oleh beberapa hal, misalnya:
Produksi asam lambung yang berlebihan
, yang dipicu oleh kebiasaan yang kurang baik, seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan makan makanan yang terlalu pedas dan berlemak.
Adanya
infeksi bakteri
kayak
Helicobacter pylori.
Untuk penanganannya, baik gastritis dan tukak lambung sama-sama bisa diobati dengan cara
mengkonsumsi obat penetralisir asam
untuk mengurangi rasa nyerinya dan
antibiotik
untuk penyembuhannya.
Baca Juga:
Sistem Ekskresi Manusia: Paru-Paru, Hati, dan Kulit
Sembelit (Konstipasi)

Sembelit atau konstipasi adalah gangguan pada sistem pencernaan yang terjadi karena
kurangnya konsumsi air mineral dan makanan yang berserat
, akibatnya pergerakan sisa makanan saat melewati usus besar menjadi lambat. Hal ini membuat proses
penyerapan air jadi berlebihan,
sehingga feses yang terbentuk menjadi padat, keras, dan kering, makanya jadi sulit buat dikeluarkan
.
Ini nih yang bikin kita harus lebih semangat untuk ‘Hmmmmhh… Plung!’ di kamar mandi.
B
agaimana cara untuk mencegah sembelit?
Caranya mudah kok, kamu cuman perlu konsumsi minum air putih dan makan makanan yang mengandung serat dengan porsi yang cukup, sehingga dapat memperlancar pergerakan sisa makanan dalam usus besar dan memperlancar proses BAB (buang air besar).
GERD
GERD atau
gastroesophageal reflux diasease
adalah jenis gangguan pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus) karena melemahnya katup atau
sfingter
bagian bawah kerongkongan. Dalam keadaan normal, katup akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Sementara pada penderita GERD katup ini tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.
Dampak dari naiknya asam lambung ini menyebabkan luka pada dinding kerongkongan, sehingga penderita GERG merasakan sensasi terbakar di ulu hati (bagian tengah dada) atau dikenal dengan istilah
heartburn
. dada, nyeri
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi GERD, di antaranya:
Makan makanan dengan porsi yang lebih sedikit
Jangan langsung rebahan setelah makan
Hindari makan pedas, berlemak, asam, dan kafein
Konsultasi dengan dokter tentang penggunaan antasida (obat penghambat asam)
IBD
(Inflammatory Bowel Disease)
Gangguan pencernaan ini ditandai dengan adanya peradangan yang berlangsung cukup lama pada saluran pencernaan. IBD dapat dibedakan menjadi dua yaitu radang usus besar (peradangan yang muncul khusus di lapisan usus besar) dan penyakit crohn (peradangan yang bisa muncul di lapisan sepanjang saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke anus).
Nah, IBD ini disebabkan karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Sementara tanda dan gejala dari IBD ini adalah perut kembung, diare, kram perut, kehilangan nafsu makan, demam, hingga pendarahan saat buang air besar.
Baca Juga:
Macam-Macam Sendi pada Manusia dan Contohnya
Apendiksitis (Radang Usus Buntu)

Kamu pasti familiar deh dengan kata-kata “radang usus buntu”. Hayo, biasanya, radang usus buntu selalu dikaitkan dengan gosip “Gara-gara makan cabai nih ya?” Seolah-olah dengan banyak makan cabai, akan ada biji cabai yang tersasar hingga ke usus buntu dan membuat peradangan di sana.
Tapi, benarkah?
Ternyata, itu hanyalah mitos.
Secara medis, umumnya radang usus buntu disebabkan karena adanya sisa makanan yang tersangkut di apendiks, dan menyebabkan infeksi sehingga apendiks meradang, bengkak dan penuh nanah.. Jadi, bukan berarti ada makanan tertentu yang membuat munculnya penyakit radang usus buntu yaa.
Salah satu gejala yang paling sering dirasakan oleh seseorang yang mengalami peradangan usus buntu adalah timbul rasa nyeri di bagian bawah perut sebelah kanan. Kalau nyerinya berada di bagian hati, mungkin itu yang dinamakan cemburu (???).
Jika seseorang mengalami ini, pengobatan paling standar adalah dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu.
Wasir
(Hemoroid)
Kamu pasti sudah sering mendengar tentang gangguan pencernaan yang satu ini. Wasir juga sering disebut ambeien dan dianggap sebagai gangguan pencernaan yang cukup menyakitkan karena bagian bawah rektum dan anus mengalami pembengkakan. Kondisi ini disebabkan karena adanya peningkatan tekanan pembuluh darah di sekitar rektum dan anus, salah satunya karena mengejan terlalu keras/kuat.
Wasir bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa, namun paling sering dialami oleh orang dengan usia di atas 50 tahun.
Perlu kamu ketahui nih… kalau wasir itu ada dua jenis yaitu,
wasir dalam (
internal hemorrhoid
)
dan
wasir luar (
external hemorrhoid
).
Wasir dalam terjadi ketika pembengkakan pembuluh darah berada di dalam anus sehingga tidak terlihat dari luar. Sementara wasir luar adalah jenis wasir dimana pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.
Gejala wasir kayak gimana?
Nah, secara umum gangguan ini bisa menyebabkan nyeri dan gatal pada anus, muncul seperti benjolan yang menggantung di luar anus, terasa nyeri saat mengejan, serta keluarnya darah saat buang air besar. Bahkan, kadang penderita wasir juga sulit duduk.
Beberapa penyebab wasir yaitu sembelit kronis, kehamilan, duduk di toilet dalam waktu lama, diare kronis, dan mengejan terlalu kuat saat buang air besar.
Baca Juga:
Pengertian Otot, Fungsi, Jenis & Cara Kerjanya
Sariawan
Kalau gangguan yang satu ini hampir pernah dialami oleh semua orang. Tapi lebih seringnya dialami oleh wanita, remaja, dan anak-anak. Sariawan atau
stomatitis aphtosa
merupakan luka atau peradangan yang terjadi pada bibir dalam mulut. Gangguan ini berbentuk oval atau bulat dan berwarna putih atau kuning dengan tepian merah. Walaupun kadang dianggap sepele, tapi sariawan sangat mengganggu saat penderitanya makan, minum, dan bicara.
Penyebab dari sariawan juga bermacam-macam
guys
. Sariawan bisa terjadi karena bibir bagian dalam tergigit, salah saat menyikat gigi, infeksi jamur, virus atau bakteri, penyakit autoimun, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, stres, bahkan keturunan.
Nah itu dia 8 contoh gangguan pencernaan yang bisa terjadi pada tubuh kita. Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan dan pola makan agar terhindar dari berbagai gangguan pencernaan. Mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan higienis juga penting untuk dilakukan.
Gimana pembahasan mengenai gangguan pada sistem pencernaan kali ini? Kalau kamu ingin mempelajari materi-materi seperti ini hanya dengan menonton video beranimasi, langsung aja coba di
ruangbelajar!
Referensi:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII SMP/MTS Edisi Revisi 2017. Jakarta: Balitbang Kemendikbud
Artikel ini diperbarui pada 20 Oktober 2022.