
Pernah dengar istilah journaling? Nah, artikel ini bakal membahas tentang pengertian, contoh, dan manfaat journaling bagi kehidupan, utamanya bagi kesehatan mental. Yuk, simak!
—
Tiap pergi ke toko
stationery
atau peralatan tulis, seringkali kita melihat buku-buku
diary
berjejer di rak dengan berbagai macam model. Ada yang polos, ada yang warna-warni, ada yang
dibonusin
pulpen
gemes
, bahkan ada juga yang disertai kunci dan gembok biar
nggak
bisa dibuka-buka orang lain. Kamu pernah beli dan nulis
diary
,
nggak
?
Nah, saat ini, dikenal juga istilah lain yang kegiatannya hampir sama
kayak
nulis
diary,
lho
. Namanya
journaling
. Kamu
udah tau
belum, apa itu
journaling
?
Pengertian
Journaling
Journaling
adalah menuangkan seluruh pikiran dan perasaan kamu ke dalam bentuk tulisan supaya kamu bisa memahaminya secara lebih jelas.
Sederhananya,
journaling
sama
aja kayak
nulis
diary
. Kamu
boleh tulis apapun yang kamu mau
.
Kamu bisa tulis isi pikiran kamu, kejadian yang baru
aja
kamu alami,
planning
dan
goals
yang ingin kamu capai, atau
emosi
yang sedang kamu
rasain
.
Bedanya, ketika nulis
diary
, orang-orang cenderung nulis hal-hal yang bersifat privasi dan menutup rapat-rapat
diary
itu dari orang lain.
“Jangan sentuh diary akuuu…!!”
teriak mereka secara dramatis.
Kamu juga
kayak
gitu, kan?
Hayoo
, ngaku..
Nah, kalau
journaling
, kita bebas nih, mau nulis apa
aja
. Boleh yang bersifat privasi, boleh juga tidak. Boleh tentang kejadian masa lalu, boleh juga tentang rencana masa depan. Kamu juga boleh
lho
,
share
hasil
journaling
-mu di media sosial. Siapa
tau
, bisa menginspirasi orang lain yang mungkin mau memulai
journaling
juga. Tapi, pastikan yang kamu
share
itu bukan tulisan yang sifatnya privasi, ya!
Baca Juga:
Mengatasi Anxiety, Kegelisahan, dan Emosi Negatif dengan Filosofi Stoik
Selain itu, kamu juga
bebas menghias jurnal kamu
secantik mungkin. Kamu bisa nulis pakai pulpen warna-warni,
nambahin
doodle
di tengah-tengah tulisan kamu,
nempelin sticker
, bahkan
nempelin
foto
Oppa
atau
Eonni
favorit kamu.

Contoh Journaling (Sumber: weheartit.com)
Journaling
juga
bebas
dilakuin
kapan
aja
sesuai keinginan. Misalnya, setiap satu hari sekali atau setiap satu minggu sekali. Kamu juga boleh menentukan tema bulanan atau mingguan buat diri kamu sendiri.
Contohnya, buat bulan Maret, kamu mau nulis setiap hari dengan tema kegiatan sehari-hari. Terus, buat bulan April, kamu mau nulis setiap satu minggu sekali
aja
, tapi temanya
dibedain
tiap minggunya, seperti minggu pertama temanya tentang keinginan terdalam, terus minggu kedua temanya tentang ketakutan terbesar, dan seterusnya.
Intinya satu: bebas!
Kamu juga
boleh nulis di manapun
yang kamu mau. Boleh di kertas, di buku, ataupun di
gadget
kamu. Tapi jangan
nulis
di tembok rumah tetangga kamu ya,
hehe,
nanti orangnya marah.
Manual Journaling vs Digital Journaling
Tapi, kamu
tau nggak
, sih? Sebenarnya,
menulis menggunakan tangan itu lebih dianjurkan
lho
,
daripada mengetik di
gadget
atau laptop
. Menurut Edouard Gentaz, profesor
Developmental Psychology
dari Universitas Geneva, menulis menggunakan tangan itu lebih kompleks dan perlu berbagai keterampilan.
Seperti merasakan pena dan kertas, menggerakkan alat tulis, serta mengarahkan gerakan dengan pikiran. Sedangkan mengetik di
gadget
atau laptop, cenderung melibatkan proses kognitif yang lebih sederhana karena kamu hanya perlu menekan tombol-tombol di
keyboard
.
Nulis di kertas atau buku juga
bikin
kamu
lebih bebas berekspresi
. Mau dicorat-coret,
dilipet
, digunting, dilem, atau dirobek-robek, bebas! Sementara
gadget
? Wah, kalau kamu sampai bisa merobek-robek
gadget
,
fix
kamu manusia super!
Kalau kata Roland Jouvent, kepala
Adult Psychiatry
di Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière Paris, ketika kita menulis menggunakan tangan,
ada unsur tarian dan melodi yang dilibatkan, sehingga tulisan kita akan memiliki emosi
.
Oleh karena itu,
journaling
lebih dianjurkan dilakukan di kertas atau buku. Atau kalau kamu
tetep pengen
nulis di
gadget
, kamu bisa menulis menggunakan
stylus
daripada mengetik menggunakan
keyboard
.

Digital Journaling
dengan
Stylus
(Sumber: あみかamika via YouTube)
“Eh, tapi denger-denger, katanya journaling bermanfaat bagi
kesehatan mental
, emang iya?”
Nah, kamu pasti bertanya-tanya kan, masa sih, cuma nulis-nulis gitu doang bisa bermanfaat buat kesehatan mental? Sini, sini, duduk di sebelah aku. Biar aku jelasin.
Manfaat
Journaling
Dengan mencatat segala perasaan, hal-hal yang kamu pikirkan, dan alami, membantu kamu meluapkan emosi dalam diri. Berikut sejumlah
manfaat
journaling
yang bisa kamu dapatkan:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Mental
Faktanya, manfaat
journaling
salah satunya adalah dapat meningkatkan kesehatan mental. Menurut Dr. James Pennebaker, seorang psikolog dan ahli terkemuka di bidang
Expressive Writing
,
journaling
dapat menurunkan tingkat depresi dan
anxiety
, serta
meningkatkan kualitas hubungan sosial manusia
.
Journaling
juga
membuat sel imun
T-lymphocytes
dalam tubuh menjadi semakin kuat
,
menurunkan tekanan darah yang tinggi
, serta
meningkatkan kualitas tidur seseorang
.
2. Menghilangkan Hambatan Mental
Seorang psikoterapis dan ahli di bidang
journaling
, Maud Purcell, juga mengatakan bahwa
kegiatan
journaling
melibatkan penerapan dari kedua belah otak kita sekaligus
.
Saat melakukan
journaling
, otak kiri kita yang cenderung rasional dan analitis akan sibuk berpikir. Di waktu yang sama, otak kanan kita yang cenderung kreatif, sensitif, dan intuitif, juga akan tetap aktif ‘bermain’ dan ‘berkelana’. Hal ini dapat
membantu menghilangkan hambatan mental
pada diri kita.
3. Memahami Diri Sendiri
Selain itu,
journaling
dapat membantumu lebih mengenali dirimu sendiri. Melalui
journaling
, kamu bisa
mempelajari tentang dirimu lebih dalam, juga dunia sekitar
. Misalnya seperti, mengetahui hal-hal yang kamu sukai dan tidak sukai, hobi, cita-cita, harapan, bahkan membantu mencapai goals dalam hidupmu.
4. Mengekspresikan Perasaan
Dengan
journaling
, kamu akan terlatih untuk
merasakan segala jenis perasaan yang timbul
. Kamu pun tidak perlu berpura-pura atau menutupi apa yang sedang kamu rasakan. Tulislah berbagai persaan itu ke dalam jurnal. Kamu bisa memberikan gambar, warna, atau stiker saat melakukan
journaling
.
5. Melatih Kreativitas
Selain bermanfaat bagi kesehatan mental,
journaling
juga punya manfaat lain,
lho
! Salah satunya yaitu dapat
melatih kreativitas diri
, karena ketika melakukan
journaling
, kamu dibebaskan untuk menulis apapun, kapanpun, dan bagaimanapun.
6. Melatih Kepekaan Diri
Kamu juga bisa
melatih kepekaan diri
dalam menyadari segala hal yang terjadi dalam hidupmu dan mengidentifikasi seluruh emosi yang kamu rasakan.
7. Memperbaiki Mood
Journaling
juga dapat membantu
memperbaiki
mood
kamu. Kamu jadi merasa lebih damai, tentram, dan lebih mudah untuk mensyukuri berbagai hal yang terjadi dalam hidup.
8. Meningkatkan Daya Ingat
Rutin menulis journaling juga menjadi cara yang bagus untuk
mendokumentasikan momen-momen tertentu dan fase hidup
. Ketika kamu membuat journaling menggunakan tangan, hal ini akan merangsang kumpulan saraf yang terletak di batang otak yang disebut
Reticular Activating System
(RAS). RAS ini berfungsi menerima semua informasi dari semua pancaindra dan menyaringnya. Nah, apabila informasi itu penting, maka akan disimpannya sebagai memori di otak.
Baca Juga:
Bahaya Kebiasaan Self Diagnosis yang Penting Diketahui
Cara Memulai
Journaling
“Wah, jadi pengen journaling juga, deh! Tapi bingung nih, harus mulai dari mana, ya?”
Nah, buat kamu yang masih bingung gimana cara memulai
journaling
, kamu bisa coba teknik
WRITE
ala Kathleen Adams berikut.

Eits
, tapi jangan lupa ya, ini hanya contoh saja, kamu
nggak
perlu terpaku pada teknik ini karena kunci dari
journaling
adalah
kebebasan
. Jadi, jangan takut berekspresi! Suka-suka kamu
aja
mau
journaling
kayak gimana
, oke?
Segitu dulu pembahasan kita tentang pengertian, contoh, dan manfaat
journaling
bagi kehidupan, terutama bagi kesehatan mental. Semoga bermanfaat buat kamu yang mau memulai
journaling
, ya! Selain
journaling
, yuk mulai juga belajar
online
bersama
ruangbelajar
! Langsung
aja
klik
banner
di bawah ini!
Referensi:
Ackerman, C. E. ‘83 Benefits of Journaling for Depression, Anxiety, and Stress’,
Positive Psychology
, [Daring]. Tautan: https://positivepsychology.com/benefits-of-journaling/ (Diakses: 2 Maret 2021)
Adams, K. ‘A Short Course in Journal Writing: It’s Easy to W.R.I.T.E.’,
Journal Therapy
, [Daring]. Tautan: https://journaltherapy.com/lets-journal/a-short-course-in-journal-writing/ (Diakses: 2 Maret 2021)
Chemin, A. ‘Handwriting vs typing: is the pen still mightier than the keyboard?’,
The Guardian
, [Daring]. Tautan: https://www.theguardian.com/science/2014/dec/16/cognitive-benefits-handwriting-decline-typing (Diakses: 5 Maret 2021)
Grothaus, M. ‘Why Journaling Is Good For Your Health (And 8 Tips To Get Better)’,
Fast Company,
[Daring]. Tautan: https://www.fastcompany.com/3041487/8-tips-to-more-effective-journaling-for-health (Diakses: 5 Maret 2021)
Watson, L. R., dkk. ‘Journaling for Mental Health’,
Rochester
, [Daring]. Tautan: https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentID=4552&ContentTypeID=1 (Diakses: 2 Maret 2021)
Sumber Gambar:
Gambar ‘Contoh
Journaling
’ [Daring]. Tautan: https://weheartit.com/entry/330216165 (Diakses: 5 Maret 2021)
GIF ‘
Digital Journaling
dengan
Stylus
’ [Daring]. Tautan: https://youtu.be/TnDpgl6zUtY (Diakses: 5 Maret 2021)