Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7



Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial





Artikel Sosiologi kelas 7
ini akan membahas mengenai macam-macam bentuk interaksi sosial yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari. Di antaranya interaksi sosial asosiatif, disosiatif, dan akomodatif.









Seperti yang kita tahu, yang namanya “
interaksi sosial
“, pasti dapat dengan mudah kita temui di kehidupan sehari-hari. Baik itu di sekolah, di tempat

nongkrong

, di rumah, atau tempat-tempat lainnya. Misalnya, ketika kamu mendapat tugas kelompok dari guru, tanpa disadari, proses pengerjaan tugas dalam kelompok merupakan salah satu bentuk interaksi sosial.



Contoh lain, ketika salah satu di antara kamu terlibat perkelahian dengan teman sekelas, pasti setelah itu kamu dibawa ke ruang BK untuk ditengahi oleh guru. Nah

,

di dalam ruangan itupun terjadi yang namanya interaksi sosial.



Tapi, apa sih yang dimaksud dengan interaksi sosial?
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok
.



Sebenarnya tuh, interaksi yang terjadi di dalam masyarakat bisa menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat tersebut. Kalau dalam kajian sosiologi,
interaksi sosial terbagi dalam tiga macam bentuk, yaitu

asosiatif, disosiatif, dan akomodatif

. Oke, agar kamu lebih paham lagi tentang

bentuk-bentuk interaksi sosial

, kamu bisa baca dengan seksama penjelasan di bawah ini.



Baca Juga:
Apa Itu Interaksi Sosial?



Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif



Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah

bentuk interaksi sosial

yang mengarah pada kesatuan
. Ingat, ya, begitu mendengar kata “asosiatif”, yang terbayang adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat “baik”. Bentuk interaksi sosial asosiatif bisa berupa

kerja sama, asimilasi, dan akulturasi.



1. Kerja Sama



Pastinya, kamu sudah nggak asing dong sama kata “kerja sama”? Kerja sama bukanlah suatu usaha untuk melakukan siulan-siulan kecil, nendang kaki kursi temen di depan, dan menggunakan kode-kode jari untuk menentukan mana jawaban “A”, “B”, “C”, dan “D”.



Secara istilah, kerja sama adalah suatu
usaha yang dilakukan bersama
antara individu atau kelompok. Tujuan kerja sama untuk mencapai satu tujuan atau beberapa tujuan bersama.




gotong royong merupakan contoh interaksi sosial asosiatif




Gotong royong merupakan contoh interaksi sosial asosiatif. (Sumber: ugm.ac.id)



2. Asimilasi



Asimilasi adalah
percampuran dua atau lebih kebudayaan berbeda yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru
. Contohnya musik dangdut. Pernah dengar lirik lagu, “

dangdut is the music of my country

~”? Mungkin di antara kamu ada yang mengira kalo musik dangdut itu adalah musik asli Indonesia. Padahal, musik dangdut merupakan hasil asimilasi dari budaya Melayu, Arab, dan India, lho!



Ketiga musik tersebut bercampur menjadi satu dan membentuk genre musik baru, yaitu musik dangdut yang menghilangkan ciri budaya lamanya. Makanya, banyak orang menyangka kalo musik dangdut adalah musik khas Indonesia.



3. Akulturasi



Selanjutnya, akulturasi adalah
perpaduan dua atau lebih budaya yang berbeda tanpa menghilangkan ciri budaya lamanya
. Nah, di sini harus kamu ingat ya, kalo asimilasi itu, perpaduannya menghasilkan budaya baru yang menghilangkan ciri budaya lama. Sedangkan, kalo akulturasi itu, perpaduannya menghasilkan budaya baru, tanpa menghilangkan ciri budaya lamanya. Jangan sampai tertukar, ya!



Contohnya itu bangunan Masjid Kudus yang mencerminkan adanya interaksi antara budaya Jawa, Hindu, dan Islam.



bagunan masjid kudus




Bangunan Masjid Kudus (Sumber: timesindonesia.co.id)



Pertanyaannya, apakah kue cubit GREEN TEA termasuk ke dalam akulturasi karena mencampurkan kebudayaan lokal dengan bahan-bahan luar negeri, sehingga membentuk cita rasa baru? Coba jawab di kolom komentar.



Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif



Baca Juga:
Mempelajari Nilai dan Norma di Masyarakat



Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif



Bentuk interaksi sosial disosiatif adalah jenis interaksi sosial yang lebih
mengarah kepada

perpecahan

,
baik antar individu maupun kelompok. Adapun macam-macam interaksi sosial disosiatif meliputi,

persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).



1. Persaingan (Kompetisi)



Wah, ini mah udah pasti tahu ya. Persaingan adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia
bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman kekerasan
. Misalnya, kompetisi sepakbola pada piala dunia. Hayo, kamu sendiri pernah punya persaingan apa dengan teman-teman? Persaingan jadi ranking 1 mungkin?



2. Kontravensi



Meskipun terasa asing, tapi bisa dipastikan kamu pernah melakukan kontravensi. Kontravensi adalah suatu

perasaan tidak suka yang disembunyikan.

Nah, kalo udah tahu artinya, sekarang ngaku deh. Ini mungkin mirip dengan “iri” atau “dengki” kali ya. Cuma… ya lebih sosiologi aja bahasanya. Hehehe.



Biasanya, orang yang sedang melakukan kontravensi akan lebih sering ngomong dalam hati. Kenapa? Ya karena… mereka menyembunyikanya. Kalo disebar mah namanya julid. Kontravensi ini banyak kita temukan dalam sinetron di televisi. Begitu tahu orang yang disebelin jadi ketua kelas, dalam hati bakal langsung ngomong, “Hmmm… lihat saja nanti. Minumanmu akan kuberi bubuk abate.”



meme tidak semudah itu ferguso



3. Pertentangan (Konflik)



Konflik juga kayaknya udah sering kamu denger ya. Secara istilah, konflik adalah proses sosial yang dilakukan individu atau kelompok dalam mencapai tujuannya disertai

dengan paksaan atau kekerasan.

Pertentangan terjadi disebabkan oleh adanya perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial.



Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif



Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif



Berbeda dengan kerja sama, kalo bentuk interaksi sosial akomodasi adalah jenis interaksi sosial yang
berawal dari
perselisihan
. Iya, akomodasi adalah upaya yang dilakukan untuk

menyelesaikan suatu pertikaian

atau konflik oleh pihak-pihak yang bertikai. Untuk apa? Ya jelas untuk meredakan pertentangan tersebut, dong. Terus, tercipta deh sebuah kestabilan.



akomodasi-1




Eits, tenang… tenang (Sumber: Giphy.com)




Nah,

sebagai proses sosial, terdapat jenis-jenis interaksi sosial akomodatif lho, di antaranya:



1. Koersi



Koersi adalah bentuk akomodasi yang pelaksanaannya dengan menggunakan

paksaan, ancaman, tekanan, maupun kekerasan

. Kalian sering lihat pengemis atau pedagang asongan yang digusur secara paksa oleh satpol PP dan dinas sosial? Itulah salah satu contohnya.



2. Kompromi



Kompromi adalah bentuk usaha dalam meredakan masalah yang terjadi antara dua belah pihak melalui

pengurangan tuntutan

. Misalnya, saat kalian bermain

game MOBA

, salah satu di antara kalian merasa dicurangi. Pas lagi seru-serunya mau kabur dari musuh, eh hape kesenggol lawan main, terus mati. Dan terjadi lah dialog berikut:



“Eh lo sengaja ya?”



“Sori sori, nggak sengaja gue.”



“Ya udah gakpapa. Santai aja…”



Begitu lanjut main…

internet

-nya

disconnect.



Bagian “santai aja” itu lah yang dimaksud dengan kompromi.



3. Konsiliasi



Konsiliasi adalah usaha yang dilakukan pihak tertentu untuk

mempertemukan keinginan antara kedua belah pihak yang berkonflik

, sehingga dapat meyelesaikan masalah. Misalnya, ketika di depan pasar ada ibu-ibu yang jambak-jambakan karena rebutan harga kangkung paling murah. Karena gak tega ngeliat mereka ribut, si pedagang memanggil mereka. Dicari jalan tengahnya. Kangkungnya dibagi dua. Belinya patungan. Ibu ibu ini pun hidup berdua bahagia selamanya makan cah kangkung.



4. Arbitrasi



Arbitrasi terjadi ketika pihak ketiga membantu meredakan pertentangan yang

memiliki kedudukan lebih tinggi dan dapat memberikan keputusan

yang mengikat pihak-pihak yang berkonflik. Contohnya, guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar.



5. Mediasi



Mediasi adalah bentuk akomodasi yang dilakukan oleh pihak ketiga

dan bersifat netral

. Jadi, keputusan akhir tetap dikembalikan kepada kedua pihak yang berkonflik. Contoh, pak RT memberikan nasehat kepada tetangga yang bertengkar.



6. Ajudikasi



Ajudikasi merupakan

proses penyelesaian masalah melalui meja hijau (jalur hukum)

. Contoh, hakim memberikan sanksi hukum kepada koruptor.



Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif



Baca Juga:
Mengenal Jenis-Jenis Lembaga Sosial



Bagaimana? Sudah mengerti seperti apa
bentuk-bentuk interaksi sosial
? Kalau masih sedikit bingung, di sini kita kasih satu contoh soalnya.

Nah

untuk mengerjakan soal-soal lainnya, kalian juga bisa belajar melalui
ruangbelajar
. Kalian akan dijelaskan materi-materi pelajaran dengan berbagai contoh yang pastinya membuat kalian mudah mengerti. Selain itu, dengan sistem belajar

journey

nya,

ruangbelajar

bisa menjadi alternatif kalian dalam mengoptimalkan waktu belajar kalian.




Referensi:



Suhardi dan Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional




Sumber foto:



Foto Bentuk interaksi sosial asosiatif [daring]. Tautan: https://ugm.ac.id/id/berita/17640-perbedaan-pola-dukungan-sosial-dalam- (Diakses: 23 November 2020)



Gif
Eits, tenang… tenang [daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/best-gifs-trailer-jurassic-world-QKO8gxZKCZ0v6 (Diakses: 23 November 2020)



Foto asimilasi [daring]. Tautan: http://blog.unnes.ac.id/wp-content/uploads/sites/276/2015/12/
(Diakses: 23 November 2020)



Foto Bangunan Masjid Kudus [daring]. Tautan: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/150194/akulturasi-3-agama-bersatu-di-masjid-menara-kudus
(Diakses: 23 November 2020)









Artikel terakhir diperbarui pada 3 Mei 2023.








LihatTutupKomentar