
Artikel kelas VII kali ini membahas tentang cara mengetahui kondisi sumber daya manusia melalui keadaan penduduk yang terdapat dalam suatu negara.
—
Kamu pasti
udah tau deh
kalau Indonesia memiliki
sumber daya alam
yang begitu melimpah. Sampai-sampai, pada zaman dahulu, banyak negara asing yang ingin menguasai kekayaan alam kita,
lho
!
Hmm
…
tapi
sebenarnya
nih
, kekayaan sumber daya alam tidak akan b
erarti tanpa adanya ketersediaan sumber daya manusia. Kenapa? Sebab sumber daya manusialah pengelola sumber daya alam tersebut. Terus siapakah sumber daya manusia itu? Aku, kamu, atau dia?

Sumber daya manusia adalah potensi penduduk dalam suatu negara yang dinilai berdasarkan karakteristik tertentu dan nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Penduduk sebagai sumber daya manusia menjadi aset tenaga kerja yang akan menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat.
Wah
, berarti bayi yang baru bisa merangkak sudah menjadi tenaga kerja
dong
? Ya,
nggak gitu
juga teman-teman. Penduduk yang menjadi tenaga kerja itu hanya penduduk yang
udah
memasuki usia produktif, yaitu yang usianya 15 tahun – 64 tahun.
Eits
,
tapi
jangan gundah gulana ya kalau umur kamu
udah
mulai memasuki usia produktif. Kamu
nggak
perlu kerja keras bagai kuda dulu
kok
! Kenapa? Karena umumnya penduduk Indonesia mulai menjadi tenaga kerja pada usia 17 tahun ke atas. Jadi, tugasmu sekarang belajar dulu
aja
ya agar kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan terus meningkat. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, diharapkan sumber daya alam kita dapat diolah secara lebih maksimal dan
nggak
ada lagi orang yang merusaknya.
Terus cara biar
tau
kondisi sumber daya manusia kita
udah
berkualitas atau belum
gimana
? Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan dengan mendata jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, lalu kualitas penduduknya.

Selain memiliki sumber daya alam yang besar, Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar,
lho
! Bahkan data terbaru dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),
memperkirakan penduduk Indonesia tahun 2019 mencapai 267 juta jiwa.
Widih
!

Grafik piramida penduduk Indonesia tahun 2019 (Sumber: medium.com)
Banyak ‘kan?
Eh tapi kok
bisa
tau sih
jumlah penduduknya
segitu
?
Gini
teman-teman, jumlah penduduk dapat diketahui dari pengadaan sensus, survei, dan registrasi penduduk.
Sensus penduduk adalah penghitungan jumlah penduduk oleh lembaga pemerintah, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun secara serentak.
Gimana tuh
caranya
ngelakuin
sensus? Caranya, nanti
pas
ada petugas sensus yang datang ke rumahmu terus tanya-tanya, kamu kasih
aja
informasi yang dia minta. Oh iya, ada dua macam sensus, yaitu de facto dan de jure.

Selanjutnya, survei penduduk adalah kegiatan untuk melakukan penelitian penduduk pada waktu dan tempat tertentu dengan ruang lingkup terbatas.
Hah gimana, gimana
? Maksudnya, survei hanya fokus pada hal tertentu sehingga informasi yang terkumpul bisa lebih luas dan mendalam. Misalnya, survei hanya fokus di bidang ekonomi atau pertanian.
Sementara itu, registrasi penduduk adalah proses pencatatan peristiwa kependudukan yang terjadi setiap saat. Dalam hal ini, setiap penduduk berkewajiban mendaftarkan peristiwa penting yang dialami keluarganya ke kelurahan. Misalnya, peristiwa kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal, dan perubahan pekerjaan secara rutin.
Nah
, setelah pengadaan ketiga hal di atas, maka kita bisa tahu
jumlah penduduk suatu negara.
Emang sih
jumlah penduduk yang besar bisa menguntungkan karena jumlah penduduk usia produktif menjadi berlimpah.
Tapi
, lagi-lagi itu semua tergantung dengan kondisi kualitas sumber daya manusianya, ya. Kalau kualitasnya rendah,
bisa-bisa
nggak
jadi untung,
lho
!


Jumlah penduduk tadi tentu dapat mengalami perubahan, baik perubahan karena adanya pertambahan maupun pengurangan penduduk. Perubahan itu disebut dengan pertumbuhan penduduk. Faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dibagi menjadi dua, yaitu faktor alami dan nonalami.
Faktor alami terdiri dari kelahiran (natalitas) dan kematian (mortalitas). Kelahiran menyebabkan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan kematian menyebabkan pengurangan. Faktor nonalami ialah adanya perpindahan penduduk (migrasi). Pada migrasi penduduk bertambah atau berkurang karena dilakukan dengan sengaja.

Kamu pernah
nggak
dengar tentang program keluarga berencana? Itu salah satu program pemerintah untuk menjaga kestabilan pertumbuhan penduduk di Indonesia,
lho
!
Emang
kenapa harus dijaga kestabilannya? Tujuannya itu untuk menekan dampak buruk dari cepatnya pertumbuhan penduduk.


Penduduk juga harus dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu. Dasar yang umum digunakan untuk mengelompokkannya adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, jenis pekerjaan, dan tempat tinggal. Komposisi penduduk ditampilkan dalam bentuk grafik yang dinamakan piramida penduduk. Grafik ini nantinya bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan atau kebijakan oleh pemerintah,
lho
! Bentuk piramida penduduk ada tiga, yaitu ekspansif, konstruktif, dan stasioner.


Setelah kita mengetahui jumlah penduduk, bagaimana pertumbuhan penduduk, dan mengelompokkan penduduk sesuai komposisinya, barulah kita dapat melihat bagaimana kualitas penduduk negara kita. Kualitas penduduk sebagai sumber daya manusia adalah tingkat kemampuan penduduk dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraannya. Suatu negara yang berpenduduk banyak tidak akan mendapat manfaat apapun jika kualitas penduduknya masih rendah. Makanya, kita harus berusaha agar kualitas penduduk kita meningkat, ya!

Seluruh penduduk Indonesia adalah sumber daya manusia yang penting bagi negara. Namun, untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, kita perlu memperhatikan tingkat pendidikan, kesehatan, dan perekonomian sejak dini.
Kalau kamu ingin menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berkualitas, kamu harus giat belajar, ya! Bingung caranya? Coba
aja
deh
gabung ke
ruangbelajar
untuk menyelesaikan misi dengan menonton video, latihan soal, dan membaca rangkuman yang disediakan. Ayo, bikin kondisi sumber daya manusia Indonesia menjadi semakin berkualitas!
Referensi:
Suciati, Iwan Setiawan, Ahmad Mushlih, dan Dedi. 2014.
Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi Revisi 2014 untuk SMP/MTs Kelas VII
. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumber Gambar:
Foto Grafik piramida penduduk Indonesia tahun 2019. Tautan: https://medium.com/kolektif-agora/akses-hunian-layak-desain-yang-bahagia-bagian-2-7900bd4cde41
Artikel diperbarui tanggal 7 Desember 2020