Contoh Hewan Avertebrata (Invertebrata), Klasifikasi, Ciri & Gambar | Biologi Kelas 10




Contoh Hewan Avertebrata (Invertebrata), Klasifikasi, Ciri & Gambar | Biologi Kelas 10





Artikel Biologi kelas 10
ini membahas tentang contoh hewan avertebrata (invertebrata) dan klasifikasi berdasarkan ciri-cirinya. Mulai dari lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan sistem reproduksi.









Tunjuk tangan yang suka makan

sea food

! Apa

sea food

kesukaanmu? Kepiting? Udang? Cumi-cumi? Gurita? Hmmmm… Membayangkan semua itu ada di piring dengan asap yang mengebul, lengkap dengan bumbu yang tersiram ke atasnya. Ambil dengan tangan, lalu nikmati rasanya dengan lidah. Setelahnya, coba lihat kembali piring kamu, lalu lihat persamaan makanan-makanan tadi: semuanya merupakan
contoh

hewan avertebrata!




contoh hewan avertebrata




Siapa yang suka makan seafood? 😋 (Sumber: Gerry Girianza via YouTube)



Memangnya apa sih ciri-ciri hewan avertebrata? Apakah contoh hewan avertebrata itu adalah hewan-hewan laut saja? Nah, dari pada bertanya-tanya, yuk baca selengkapnya di artikel ini, ya!



Apa Itu Hewan Avertebrata?



Hewan avertebrata atau invertebrata adalah
hewan yang tidak memiliki tulang punggung antar ruas-ruas tulang belakang
. Kalau ditanya, apakah contoh hewan avertebrata itu terdiri dari hewan-hewan laut? Jawabannya nggak, ya.



Tidak selamanya hewan avertebrata atau invertebrata berasal dari laut dan enak dimakan. Kesamaan hewan avertebrata adalah: mereka merupakan makhluk

yang tidak punya tulang belakang.



Hewan avertebrata (invertebrata) ini bisa dikategorikan ke dalam 6 kelompok besar, di antaranya cacing, ubur-ubur dan terumbu karang, spons, arthropoda, Echinodermata, serta kerang-kerangan.



fun fact tentang jumlah spesiaes hewan avertebrata di dunia



Hampir semua spesies hewan avertebrata ini sudah dibahas di artikel di bawah ini, lho! Cuss, yang mau baca dulu, bisa langsung klik link-nya. Sekarang, kita coba ulas Klasifikasi hewan avertebrata berdasarkan ciri-cirinya, yuk!



Baca Juga:
5 Filum Kingdom Animalia yang Mengispirasi Karakter di Animasi Spongebob



Klasifikasi Hewan Avertebrata



Berdasarkan ciri-cirinya, hewan avertebrata (invertebrata) dikelompokkan menurut lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan sistem reproduksi.



Lapisan Tubuh



lapisan tubuh hewan avertebrata



Berdasarkan lapisan tubuhnya, avertebrata terbagi ke dalam dua jenis, yaitu

diploblastik dan triploblastik.

Tenang, ini nggak ada hubungannya sama plastik-plastikan kok.




Diploblastik

adalah hewan yang memilki

dua lapisan tubuh, yaitu endoderm (lapisan dalam) dan eksoderm (lapisan luar.

Di sisi lain,

triploblastik

adalah hewan yang mempunyai

3 lapis sel tubuh, yaitu endoderm, eksoderm, dan mesoderm (lapisan tengah).



Adapun contoh hewan diploblastik adalah ubur-ubur, hidra, karang, dan anemon laut. Sementara contoh hewan triploblastik adalah Annelida (cacing tanah dan lintah), Mollusca (kerang-kerangan), bintang laut, dan Arthropoda.




Baca Juga:
Mengenal 5 Macam Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup



Coba, bandingkan, deh, kedua kelompok hewan ini. Kalau dipikir-pikir, hewan yang tergolong diploblastik terkesan hewan “purba” kayak ubur-ubur dan hidra. Di sisi lain, hewan triploblastik terkesan lebih “modern” dan tubuhnya sudah kompleks.



Rongga Tubuh



kelompok hewan avertebrata berdasarkan rongga tubuh



Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, rongga tubuh terdapat pada jenis hewan triploblastik. Hewan-hewan yang punya rongga tubuh ini dikategorikan menjadi 3 jenis, di antaranya:





Aselomata



Hayo, kalau sudah menemukan kata ‘a’ dalam bahasa inggris, pasti ada kaitannya dengan kata ‘tidak’. Hewan-hewan aselomata artinya hewan tersebut

tidak mempunyai rongga

antara usus dengan tubuh terluar. Salah satu

contoh hewan aselomata adalah cacing pipih

(Platyhelminthes).





Pseudoselomata



Kalau aselomata adalah hewan yang tidak memiliki rongga, pseudoselomata adalah hewan yang

mempunyai rongga semu

dalam saluran tubuhnya. Kok ada rongga? Iya, rongga tersebut berguna untuk mengisi cairan yang memisahkan antara alat pencernaan dengan dinding terluar tubuh.

Contoh hewan pseudoselomata adalah rotifera dan nematoda.





Selomata



Oke, yang ini pasti udah jelas. Hewan yang termasuk kategori selomata adalah mereka

yang memiliki rongga tubuh.

Perbedaannya dengan pseudoselomata adalah, rongga pada hewan selomata berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderm. Ingat, kan, kalau pada hewan triploblastik, mereka punya 3 lapis tubuh?



Adapun contoh hewan yang tergolong ke dalam selomata adalah Mollusca, annelida, arthropoda, echinodermata, dan chordata.



Simetri Tubuh



Apa yang ada di kepala kamu saat membaca “simetri”? Ya, sama. Gampangnya, pembagian berdasarkan simetri tubuh ini adalah bagaimana suatu makhluk hidup itu dilihat jika dia dibelah.



Coba, deh, kamu perhatiin orangtua kamu ketika sedang memasak ikan atau udang. Ketika ibu kamu membelah udang dari atas, maka akan tersisa

bagian udang kanan dan kiri yang sama rata.

Di sisi lain, kalau ibu kamu memotong perutnya di bagian tengah, maka akan tersisa kepala dan ekornya (yang mana bentuknya tidak sama rata). Well, kecuali kepala udang ibu kamu bentuknya kayak ekor sih…



Nah, kelompok hewan-hewan avertebrata yang seperti ini, dinamakan hewan dengan

simetri bilateral.

Contohnya: udang, lobster, bekicot.



kelompok hewan avertebrata berdasarkan simetri tubuh



Sekarang, coba bayangkan si ibu memotong gurita untuk memasak takoyaki. Berbeda dengan udang, bentuk gurita cenderung bulat (radiata). Hal ini menyebabkan dia akan

simetri jika dipotong dari banyak sisi,

selama melewati poros tengahnya. Contoh hewan avertebrata lain yang tergolong simetri radial adalah bintang laut, bulu babi, dan hidra.



Baca Juga:
Kenalan dengan Axolotl Yuk! Hewan Vertebrata yang Suka Senyum



Sistem Reproduksi



sistem reproduksi avertebrata



Sama seperti hewan lain, ciri-ciri hewan invertebrata juga dapat kita klasifikasikan berdasarkan sistem reproduksinya, yaitu

seksual dan aseksual.

Reproduksi

seksual

merupakan sistem reproduksi yang melibatkan

gamet jantan dan betina (perkawinan)

. Contohnya, udang. Di sisi lain, reproduksi

aseksual

merupakan sistem reproduksi yang

tidak membutuhkan perkawinan.



Tidak butuh perkawinan? Lalu bagaimana hewan ini bisa berkembang biak?



fragmentasi pada planaria




Contoh reproduksi pada planaria sp.  (Sumber: Sci- Inspi via YouTube)



Ada banyak caranya. Salah satunya adalah fragmentasi yang terjadi pada

planaria sp

. Jadi, ketika si cacing planaria ini ingin berkembang biak, dia tinggal “memutuskan” diri. Mungkin di dalam hati si cacing ini bilang, ‘Kita putus ya, Dan. Badan. Kamu terlalu baik buat aku.’ Lalu dia memutuskan badannya menjadi dua: bagian ekor dan kepala. Nanti, setelah beberapa hari, pada bagian kepala akan tumbuh ekor.



Sementara tubuh yang tersisa bagian ekor akan tumbuh kepala. Lalu, lama kelamaan, dia menjadi dua individu deh! Keren nggak?







Gimana? Sekarang kamu sudah tahu kan apa itu contoh

hewan avertebrata

(invertebrata) dan ciri-cirinya
?
Kalau kamu ingin melihat hewan-hewan ini dalam bentuk video pembelajaran beranimasi, coba saja tonton di
ruangbelajar
! Pasti bakal jauh lebih seru.








Referensi:



Irnaningtyas. (2016). Biologi Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.




Sumber Foto:



Foto ‘Gerry Rianza’ [daring], Tautan: https://www.youtube.com/c/GerryGirianza/videos



Foto ‘Sci-inspi’ [daring], Tautan: https://www.youtube.com/channel/UCDFxr_sWV8mAnxV-ShVfHog/videos




Artikel ini diperbarui pada 10 Februari 2023.



LihatTutupKomentar