
FKS Foundation bersama Ruangguru kembali memberikan pelatihan dan pembinaan guru melalui program Indonesia Teaching Fellowship (ITF) Fase 2.
—
Sejak September 2022, FKS Foundation bersama Ruangguru memberikan pelatihan dan pembinaan guru melalui program
Indonesia Teaching Fellowship FKS Fase 2
atau “
ITF FKS Fase 2
”. Program ini berfokus pada
pelatihan kompetensi guru dalam bidang pedagogik, sosial, kepribadian, profesional, dan teknologi
melalui akses pembelajaran materi secara
online
, kelas pengayaan virtual, diskusi intensif dengan fasilitator, serta layanan konseling.
Pelatihan periode pertama telah dilaksanakan terhadap 50 peserta guru tingkat SMA dan SMK yang tersebar di 11 provinsi seperti; Bali, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalsel, NTB, Papua, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
“Saya merasakan perbaikan kinerja dan kontribusi yang bisa saya realisasikan di sekolah selama 3 bulan terakhir. Misalnya, menginisiasikan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran kolaboratif dan perbaikan variasi strategi pembelajaran di kelas. Saya juga turut berkontribusi dalam membangun kolaborasi sekolah dengan komunitas atau lembaga daerah demi memaksimalkan program pembelajaran bagi para siswa. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai kolaboratif yang banyak disinggung selama ITF,” ucap
Royati
,
peserta guru ITF Fase 2 asal Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga:
Sukses Tingkatkan Kompetensi Pedagogik Guru di Fase Satu, FKS Foundation dan Ruangguru Foundation Kembali Buka Pelatihan dan Pembinaan Guru Fase Dua
ITF FKS Fase 2
periode pertama yang telah dilakukan sejak
September 2022 hingga Desember 2022 telah berhasil meningkatkan nilai
Tryout
Uji Kompetensi Guru atau “TO UKG” sebesar 13% dengan nilai rata-rata akhir 54. Peningkatan ini diukur dari rata-rata nilai yang diperoleh peserta pada TO UKG oleh Ruangguru, yaitu
Tryout
Uji Kompetensi Guru yang disusun oleh tim FKS dan Ruangguru untuk menguji kompetensi pedagogik, teknologi, dan sosial guru.
Tryout
UKG awal sebelumnya telah dilakukan pada saat pembukaan program dimana peserta guru belum mendapatkan materi pembelajaran dari program ITF. Pada TO UKG awal, peserta guru memperoleh nilai rata-rata sebesar 47, dimana nilai ini masih di bawah nilai rata-rata UKG Nasional, yaitu 55.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas peningkatan hasil yang ditunjukkan oleh para peserta guru selama periode pertama. Kerja keras seluruh tim berhasil membuahkan hasil yang positif. Meskipun angka ini masih belum mencapai nilai rata-rata UKG nasional, kami sangat yakin para peserta guru bisa meneruskan peningkatan signifikan selama proses pelatihan hingga akhir masa pelatihan pada September 2023, dan mampu melampaui nilai rata-rata UKG nasional”,
ujar
Andika Saputra, Corporate Social Responsibility Department Head, FKS Foundation
Program FKS ITF Fase 2 masih akan berlanjut hingga Agustus 2023. Para peserta guru yang telah mendaftarkan diri diberikan akses Ruangbelajar for Teacher, dimana mereka dapat mengakses modul pelatihan pedagogik berupa video pembelajaran, kuis, dan rangkuman. Selain itu, para peserta guru juga dibekali dengan kelas pengayaan virtual bersama fasilitator profesional, buku kerja berisi rangkuman materi dan latihan soal untuk memperdalam materi, serta mendapatkan layanan konseling.
—
Tentang FKS Foundation
Didirikan oleh FKS Group sebagai cerminan kepedulian perusahaan dan tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat dan lingkungan. Yayasan ini berfokus pada pendidikan dan kemanusiaan karena kami percaya bahwa melalui pendidikan anak-anak dapat mencapai impian mereka dan berkontribusi pada pembangunan.
Tentang Ruangguru Foundation
Berdasarkan komitmen Ruangguru dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan menuju masyarakat, Ruangguru Foundation didirikan pada tahun 2018 dan didedikasikan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang kurang mampu melalui tiga pilar utama; aksesibilitas, konten berkualitas, dan kelayakan kerja. Inisiatif yang diluncurkan oleh Ruangguru Foundation telah membantu lebih dari 1 juta siswa dan guru penerima manfaat dalam empat tahun terakhir.